BELAJAR ANIMASI DENGAN ADOBE FLASH BAGIAN 1

Salam teman-teman https://irhamhalik.com

Animasi menjadi salah satu fitur yang di unggulkan dalam sebuah multimedia interaktif, sajian penuh warna dilengkapi transisi dan audio yang pas akan membuat sebuah sajian multimedi terasa pas untuk dinikmati berlama-lama. Animasi tidak hanya sekedar kartun atau anime yang biasa kita lihat di layar televisi, akan tetapi animasi sudah merambah kedunia periklanan bahkan film, dengan menggunakan teknik animasi sebuah iklan dapat dibuat hanya dengan satu hari saja, produser film dapat menekan biaya pembuatan filmnya dengan mengganti berbagai latar adegannya dengan animasi.

Animasi

Dalam membuat animasi tentu dibutuhkan aplikasi-aplikasi khusus. Dengan menggunakan aplikasi animasi seorang animator dapat dengan leluasa memodifikasi gerakan-gerakan sebuah objek animasi. Tugas animator adalah menggerakkan objek-objek animasi dan membuat gerakannya serealitas mungkin.

Aplikasi Animasi

Beberapa contoh dari aplikasi animasi yang paling sering digunakan antara lain ;

  1. Adobe Flash
  2. Adobe After effect
  3. Swish Max
  4. Blender
  5. 3D max

Dari contoh aplikasi animasi diatas, pada dasarnya jenis aplikasi animasi dapat dibagi menjadi dua bagian utama yaitu ;

  1. Aplikasi animasi 2 dimensi
  2. Aplikasi animasi 3 dimensi.

Dikatakan apllikasi animasi 2 dimensi karena objek-objek animasinya dapat digerakkan pada 2 sumbu utama yaitu sumbu X dan sumbu Y, sedangkan untuk animasi 3 dimensi objek-objek animasinya dapat digerakkan pada 3 sumbu yaitu sumbu X, sumbu Y, dan sumbu Z.

Sumbu Animasi

Fungsi dari sumbu-sumbu ini sangat penting dalam proses memodifikasi sebuah objek animasi, seorang animator dapat melakukan berbagai perubahan gerakan animasi dengan berpatokan pada sumbu-sumbu ini. Tidak sampai disitu saja sumbu-sumbu ini juga merupakan perspective view atau sudut pandang yang akan tampak oleh audience ketika melihat objek-objek animasi ini.

Dalam membuat objek animasi, seorang animator yang baik harus memahami prinsip-prinsip animasi, agar animasi yang dibuatnya mendekati realitas dan audience atau penonton tidak dapat lagi membedakan mana objek animasi mana yang bukan, apabila demikian maka animator tersebut telah sukses membuat objek animasi yang baik.

[ Baca Juga ]
1. Membuat media pembelajaran animasi 2D
2. Teknik animasi 2D
3. Membuat animasi online di android

Prinsip Animasi

Prinsip-prinsip animasi antara lain ;

  1. Solid Drawing
    Gambar dasar dari objek animasi harus jelas, kepekaan seorang animator dalam menggambar karakter dan mengetahui volume dari objek animasinya
  1. Timing dan Spacing
    Timing adalah menentukan kapan sebuah objek harus bergerak dan berhenti sementara spacing adalah cepat dan lambat gerakan yang dilakukan oleh sebuah objek animasi.
  1. Sguash dan Strecth
    Objek animasi yang baik adalah objek yang tidak kaku, objek yang memiliki sifat lentur dan fleksibilitas seperti kebanyakan objek dalam dunia nyata. Teknik squash dan strech sejatinya memberikan efek kelenturan atau sifat plastis pada objek.
  1. Anticipation
    Gerakan ancang-ancang atau awalan sebelum gerak sempurna, dimana setiapa gerakan yang terjadi pada sebuah objek animasi hendaknya di dahului dengan gerakan pembuka.
  1. Slow in dan Slow out
    Berbeda dengan timing dan spacing slow in dan slow out merupakan penegasan dari sebuah gerakan, bahwa masing-masing objek memiliki cepat lambat tersendiri.
  1. Arcs
    Gerakan objek yang terjadi secara alami dan bukan merupakan gerakan yang dibuat-buat, gerakan ini ibarat gravitasi bumi yang terjadi tanpa ada sebab tertentu.
  1. Secondary Action
    Gerak tambahan, sebuah objek animasi akan tampak sangat realistis ketika diberikan gerak penguatan, fungsi utama dari prinsip ini adalah memberikan impact yang memperkuat gerakan utama.
  1. Follow Trough dan Overlapping Action
    Gerak pada bagian tertentu dari sebuah objek yang terjadi walaupun objek tersebut terhenti.
  1. Straight Ahead Action dan Pose to Pose
  1. Stagging
    Lingkungan atau latar suasana yang mendukung aktifitas objek.
  1. Appeall
    Prinsip ini menyesuaikan selera dari animator, ada animator yang senang membuat gaya animasi dengan tema karakter lucu dan imut, tapi ada juga animator yang suka membuat karakter dengan perawakan kekar dan seram.
  1. Exaggeration
    Bukan hanya sinetron yang dapat di dramatisir, objek animasi pun dapat di dramatisir.    

Share This Article

2 thoughts on “BELAJAR ANIMASI DENGAN ADOBE FLASH BAGIAN 1”

Leave a Comment